Perdagangan telah menjadi topik kebijakan publik yang paling hangat diperdebatkan berabad-abad lamanya. Salah satu debat yang paling hangat adalah debat antara pendukung perdagangan bebas dan pendukung proteksionisme. Debat mengenai subjek ini selalu melahirkan pandangan yang saling bertentangan dan menarik perhatian ekonom, politisi, aktivis juga serikat buruh.
Hak kepemilikan juga tak bisa dipisahkan dengan kebebasan yang lain. Bagaimana bisa ada kebebasan beragama jika warga negara tidak boleh memiliki rumah ibadah sendiri? Bagaimana bisa ada hak atas privasi bila warga negara tidak boleh memiliki rumah sendiri? Dan bagaimana bisa ada kebebasan untuk berfikir bila warga negara tak boleh memiliki perusahaan penerbitan sendiri?
Sistem ekonomi pasaran, ataupun lebih dikenali sebagai “kapitalisme” telah pun wujud sejak kemunculan ketamadunan manusia. Ini dapat dibuktikan dalam penulisan Aristotle yang memerhatikan kegiatan penduduk bandar (“polis” di Yunani) yang memperdagangkan lebihan (surplus) hasil rumah tangga dengan rumah tangga yang lain, dengan itu dapat memenuhi kekurangan (defisit) keperluan masing-masing.
Rule of Law in Indonesia
Program Akademi Merdeka IV (diadakan di Green Sentul Indah Hotel) dimulai pada Jumat 8 April, dengan pemutaran film Persepolis (Vincent Paronnaud dan Marjane Satrapi, 2007), yang dilanjutkan dengan diskusi pendek bersama Nirwan Arsuka. Materi seminar diberikan oleh Poltak Hotradero dan Luthfi Assyaukanie sepanjang hari Sabtu. Ceramah kedua narasumber ini diselingi dengan diskusi dengan penulis dari [...]
Institute for Democracy and Economic Affairs (IDEAS)
AkademiMerdeka.org ialah satu projek pendidikan ide-ide libertarianisme dalam Bahasa yang dijalankan oleh Atlas Global Initiative for Free Trade, Peace and Prosperity.
Langgan feed RSS Ikuti melalui Twitter Sertai kami di Facebook
© 2012 AkademiMerdeka.org