Pada dasarnya setiap individu bisa maju, kreatif dan matang, jika individu itu memiliki kebebasan untuk memilih yang terbaik bagi dirinya sendiri. Karena seperti yang dikatakan filsuf Jerman Imanuel Kant, kita harus percaya bahwa manusia itu mampu memilih , dan mampu tumbuh. Dalam proses itulah berlangsung pembelajaran. Jika sekali-kali manusia itu gagal, toh itu lebih baik dibanding manusia itu terus menerus dibuatkan pilihan oleh otoritas lain di luar dirinya sehingga individu itu tak kunjung dewasa dan matang. Oleh karenanya, menerapkan sebuah sistem yang mampu menjamin kebebasan individu untuk memilih bagi dirinya sendiri jadi suatu hal yang tak terelakkan lagi.
Pikiran Kant itu memang relevan jika kita kaitkan dengan kondisi kehidupan modern saat ini. Karenanya selain kebebasan politik seperti hak memilih dalam pemilu, hak bicara, dan sebagainya. Maka kebebasan dalam ekonomi juga harus turut mengikuti. Dalam diskusi di kursus Akademi Merdeka yang diadakan di Lido Lakes Resort Hotel, Sukabumi dengan materi Kebebasan Ekonomi, ekonom Poltak Hotradero mengatakan bahwa kemerdekaan sejati hanya bisa dicapai bila manusia memiliki hak atas aktualisasi diri secara ekonomi.Karena hanya dengan cara itulah yang bisa membedakan antara manusia merdeka dan kaum budak.
Ekonomi liberal menjamin hak-hak individu yang tidak dapat dilepaskan dari kodrat manusia, antara lain hak untuk berkreasi menciptakan sesuatu, hak untuk bertransaksi, dan hak untuk menikmati hasil kerja. Jadi individu dibiarkan bebas untuk memilih bagi dirinya sendiri. Dari sanalah individu tersebut bisa menentukan di mana letak keahliannya masing-masing, tanpa harus dipaksa otoritas lain. Tidak seperti di negara sosialis, di mana negara mengatur apa yang harus dikerjakan setiap individu, meskipun bukan spesialisasinya. Jadi liberal jauh lebih efisien karena setiap orang bekerja dengan kelebihan masing-masing, ujar Poltak.
Dengan adanya spesialisasi setiap individu di berbagai sektor, maka seorang individu tidak perlu memiliki atau mengerjakan sesuatunya seorang diri, sehingga ekonomi tetap bisa berjalan tanpa harus negara mengatur apa yang harus dikerjakan setiap orang. Kita bisa mengkonsumsi ayam , tanpa harus menyembelih ayam sendiri, tambah Poltak.
Seperti yang dikatakan Frederic Bastiat dalam karyanya yang terkenal ”Ketika Paris Tertidur Nyenyak”. Di sana Bastiat membayangkan seluruh warga kota Paris bisa tidur nyenyak di malam hari tanpa takut keesokan paginya tidak ada makanan, air bersih, transportasi umum , dll. Karena tugas-tugas itu sudah dikerjakan oleh orang lain yang punya spesialisasi tertentu. Bukan berarti orang-orang itu baik dengan kita mau sukarela menyediakan berbagai kebutuhan yang diperlukan. Tapi karena orang-orang tersebut punya kepentingan ekonomi untuk diri mereka sendiri. Di sanalah ekonomi liberal bekerja.
Tapi kebebasan ini juga harus dilandasi pada penghormatan pada rule of law, kesetaraan di depan hukum (equality before the law), jaminan atas hak milik (property rights) dan juga jaminan atas kontrak. Karena aspek hukumlah yang dapat melindungi individu dari tindakan kriminal ekonomi seperti pencurian dan penipuan.
Menurut Poltak, ekonomi liberal mendukung terciptanya pemerintahan yang ramping atau biasa disebut limited government. Salah satunya dengan birokrasi yang ramping. Tapi ada pertanyaan, bukannya pemerintahan yang besar justru akan memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat dan dapat membuka lapangan pekerjaan?
Memang logikanya seperti itu, tapi dalam perspektif ekonomi liberal ada beberapa faktor yang membuat birokrasi yang ramping itu menjadi perlu diimplementasikan. Pertama, pemerintahan itu dibiayai oleh pajak masyarakat , jadi semakin besar ukuran dan urusan birokrasi maka akan semakin besar uang pajak yang terserap untuk membiayainya. Kedua, semakin tinggi pajak yang terserap maka semakin sedikit hasil pajak yang bisa diterima langsung untuk kepentingan masyarakat, seperti pendidikan, fasilitas publik, dll.
Selain itu dengan porsi birokrasi yang besar, secara tidak langsung hal ini justru akan mereduksi peran masyarakat itu sendiri untuk mengatur kehidupannya. Karena orang liberal mempunyai sikap untuk memberikan ruang yang terbatas bagi negara untuk bergerak, jadi segala sesuatu yang berkaitan di masayarakat tidak perlu lagi negara harus sibuk mengurusi.
Penerapan kebebasan ekonomi sebuah bangsa secara empiris juga terbukti mendorong adanya kebebasan politik . Seperti yang dikatakan pemenang nobel ekonomi Milton Friedman, bahwa Kebebasan Ekonomi adalah landasan bagi kemerdekaan secara politik. Jadi selain memperkuat peran individu dalam aktivitas ekonomi, kebebasan ekonomi juga turut memperkuat demokrasi.
—
Didiet Budi Adiputro, Mahasiswa Universitas Nasional dan peserta kursus Akademi Merdeka, 26-28 Februari 2010.
AkademiMerdeka.org ialah satu projek pendidikan ide-ide libertarianisme dalam Bahasa yang dijalankan oleh Atlas Global Initiative for Free Trade, Peace and Prosperity.
© 2012 AkademiMerdeka.org